1 Kubik Hebel Berapa Meter? Ini Dia Cara Hitungnya!

hebel

Isi Artikel

Dalam dunia konstruksi modern, pemilihan material bangunan tidak lagi sekadar soal kuat atau murah, tetapi juga soal efisiensi, kecepatan, dan kualitas jangka panjang. Salah satu material yang kini semakin populer digunakan adalah Hebel atau bata ringan.

Popularitasnya pun memunculkan berbagai pertanyaan, mulai dari “Hebel itu artinya apa?”, “Apa perbedaan Hebel dan bata merah?”, hingga pertanyaan paling krusial saat mulai membangun: 1 kubik Hebel bisa menutup berapa meter persegi dinding?

Agar tidak salah hitung dan salah beli material, simak panduan lengkapnya di bawah ini!

Hebel Itu Artinya Apa?

Secara umum, Hebel adalah sebutan populer untuk bata ringan jenis Autoclaved Aerated Concrete (AAC). Awalnya, Hebel merupakan nama merek dagang yang pertama kali memasarkan bata ringan di Indonesia. Namun, karena sangat dikenal, istilah “Hebel” akhirnya digunakan untuk menyebut semua bata ringan AAC.

Material ini dibuat dari campuran pasir silika, semen, kapur, air, dan pasta aluminium yang diproses menggunakan tekanan uap tinggi (autoclave). Proses ini menghasilkan struktur berpori yang membuat Hebel jauh lebih ringan dibanding beton atau bata merah, tetapi tetap cukup kuat untuk konstruksi dinding rumah.

Baca Juga: Rekomendasi Warna Cat Ruang Tamu Agar Terlihat Mewah

Perbedaan Hebel dan Bata Merah

Meski sama-sama digunakan sebagai material dinding, perbedaan Hebel dan bata merah cukup signifikan, baik dari segi bahan, ukuran, hingga metode pemasangan.

Bata Merah

  • Terbuat dari tanah liat yang dibakar
  • Ukuran relatif kecil dan tidak selalu presisi
  • Permukaan kasar
  • Dipasang menggunakan adukan semen dan pasir

Hebel (Bata Ringan)

  • Terbuat dari bahan mineral olahan (AAC)
  • Ukuran besar dan sangat presisi (umumnya 60 x 20 cm)
  • Permukaan halus dan rata
  • Dipasang menggunakan perekat khusus lem hebel (thinbed/mortar instan)

Perbedaan inilah yang membuat Hebel semakin diminati pada proyek perumahan modern.

Kelebihan Hebel Dibanding Bata Merah

Ada banyak alasan mengapa Hebel kini menjadi pilihan utama, terutama pada hunian modern dan cluster premium. Berikut beberapa kelebihan Hebel dibanding bata merah:

1. Bobot Lebih Ringan

Mengurangi beban struktur bangunan dan lebih aman untuk rumah bertingkat serta daerah rawan gempa.

2. Pemasangan Lebih Cepat

Satu buah Hebel setara dengan sekitar 10–12 bata merah, sehingga waktu pengerjaan dinding jauh lebih singkat.

3. Presisi Tinggi & Hasil Rapi

Ukuran yang seragam membuat dinding lebih lurus dan menghemat plester serta acian.

4. Isolasi Panas dan Suara Lebih Baik

Pori-pori udara di dalam Hebel membantu menjaga suhu ruangan tetap sejuk dan meredam suara.

Kekurangan Hebel yang Perlu Dipertimbangkan

Meski unggul dalam banyak hal, Hebel juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan:

  • Membutuhkan tukang berpengalaman agar hasil pemasangan tetap rapi dan kuat
  • Harga per unit lebih mahal dibanding bata merah
  • Harus menggunakan perekat khusus, tidak disarankan memakai semen biasa
  • Tidak bisa dipaku sembarangan, perlu fisher atau angkur khusus untuk menggantung benda berat

1 Kubik Hebel Berapa Meter?

Cara menghitung 1 kubik hebel berapa meter persegi sebenarnya cukup sederhana. Kuncinya ada pada pemahaman ukuran hebel yang digunakan, terutama pada bagian ketebalannya. Dengan perhitungan yang tepat, Anda bisa memperkirakan kebutuhan material secara lebih akurat, sekaligus menghindari pemborosan biaya saat membangun.

Secara umum, ukuran standar hebel adalah 60 cm × 20 cm untuk panjang dan tinggi. Perbedaannya terletak pada ketebalan, yang paling sering digunakan yaitu 7,5 cm dan 10 cm. Berikut penjelasan perhitungannya.

Hebel Tebal 10 cm

Satu buah hebel memiliki ukuran 0,6 m × 0,2 m × 0,1 m, sehingga volumenya mencapai 0,012 m³. Dari perhitungan tersebut, dapat diketahui bahwa 1 kubik hebel berisi sekitar 83 biji, yang diperoleh dari pembagian 1 m³ : 0,012 m³.

Setiap hebel menutup luas 0,12 m² (0,6 m x 0,2 m), sehingga total luas dinding yang bisa ditutup dari 1 kubik hebel adalah:

  • 83 × 0,12 m² = ± 9,96 m² atau dibulatkan menjadi 10 m².

Artinya, 1 kubik hebel tebal 10 cm mampu menutup dinding seluas sekitar 10 meter persegi.

Hebel Tebal 7,5 cm

Sementara itu, untuk hebel dengan ketebalan 7,5 cm, volume satu buahnya adalah 0,009 m³, hasil dari perhitungan 0,6 m × 0,2 m × 0,075 m. Dengan volume tersebut, 1 kubik hebel berisi sekitar 111 biji, yang diperoleh dari pembagian 1 m³ : 0,009 m³.

Karena luas satu hebel tetap 0,12 m², maka total luas dinding yang bisa ditutup adalah:

  • 111 × 0,12 m² = ± 13,31 m².

Dengan kata lain, 1 kubik hebel tebal 7,5 cm dapat menutup dinding hingga sekitar 13,3 meter persegi, sehingga lebih efisien untuk sekat atau dinding non-struktural.

Cara Menghitung Kebutuhan Hebel untuk Dinding

Agar tidak salah beli material saat membangun rumah, penting untuk mengetahui cara menghitung kebutuhan hebel untuk dinding secara tepat. Berikut contoh perhitungan sederhana yang bisa langsung Anda terapkan.

Contoh Kasus

Anda ingin membangun dinding kamar dengan:

  • Panjang dinding: 4 meter
  • Tinggi dinding: 3 meter
  • Jenis material: Hebel tebal 10 cm

Langkah 1: Hitung Luas Dinding

Rumusnya sangat sederhana:

  • Luas dinding = Panjang × Tinggi
  • 4 m × 3 m = 12 m²

Artinya, total dinding yang akan dibangun memiliki luas 12 m².

Langkah 2: Tentukan Kebutuhan Hebel per Kubik

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, 1 kubik hebel tebal 10 cm dapat menutup area sekitar 10 m² dinding.

Langkah 3: Hitung Kebutuhan Hebel dalam Kubik

  • Kebutuhan hebel = Luas dinding : Luas per kubik
  • 12 m² : 10 m² = 1,2 kubik

Langkah 4: Tambahkan Cadangan Material

Untuk mengantisipasi pemotongan, kerusakan, atau kesalahan pemasangan, sebaiknya tambahkan 5-10% cadangan.

  • 1,2 kubik : 10% ≈ 1,32 kubik

Maka, kebutuhan hebel yang disarankan adalah ± 1,3 kubik, atau bisa dibulatkan menjadi 1,5 kubik agar lebih aman.

Baca Juga: Bagaimana Cara Memilih Kitchen Set Minimalis yang Ideal? Cek di Sini!

Material Modern untuk Hunian Berkualitas

Penggunaan Hebel bukan hanya soal efisiensi bangunan, tetapi juga mencerminkan kualitas hunian secara keseluruhan. Itulah sebabnya banyak kawasan perumahan modern mulai mengadopsi material ini demi hasil yang lebih rapi, kuat, dan nyaman.

Konsep hunian berstandar tinggi seperti CitraGrand Semarang juga mengedepankan pemilihan material berkualitas untuk memastikan rumah tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kokoh dan nyaman untuk jangka panjang. Dengan perencanaan material yang tepat, hunian modern dapat menjadi investasi cerdas sekaligus tempat tinggal ideal bagi keluarga!